web_topbanner_stephanie

Stephanie Arrowsmith

Co-founder, Impact Hub Jakarta

read in english

Stephanie Arrowsmith percaya kekuatan manusia, kolaborasi dan inovasi dapat mengubah dunia. Sebagai co-founder dari Impact Hub Jakarta, suatu  ruang ‘co-working’ untuk para wiraswasta sosial lokal di Indonesia, ia berusaha membuktikan bahwa idenya akan menjadi peluang pendorong usaha yang bagus. 

Bagaimana Anda memulai? Apa yang membuatmu memilih jalur karir sekarang ini?

Sebelum pindah ke Australia di tahun 2001, saya tinggal di Indonesia. Awalnya saya bekerja untuk organisasi-organisasi nir laba dan organisasi besar lainnya yang bergerak di bidang sosial. Saya melihat bahwa untuk menggerakkan perubahan tidak melulu bergantung pada institusi-institusi besar atau bahkan pemerintah, melainkan pada meyakinkan sesama manusia untuk berinovasi dan berkolaborasi dan menjadi jantung dari solusi-solusi yang kita butuhkan. Saya juga menemukan bahwa panggilan jiwa saya ternyata membantu para wiraswasta sosial yang bekerja di persimpangan bisnis dan perubahan sosial. Saya pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk memulai Impact Hub.

Saya belajar Health Science dengan fokus Public Health (mengutamakan perubahan tersistemasi secara keseluruhan) dan Antropologi (selalu ingin tahu tentang manusia) di Universitas Western Australia – dengan kampusnya yang juga salah satu kampus terindah yang pernah saya lihat! Saat berkuliah, saya kuliah ke luar, ke Indonesia, Denmark, Guatemala dan magang di New York. Saya memiliki akses pengalaman internasional yang berlimpah saat tinggal di Australia. Saya sangat-sangat bersyukur untuk itu. 

Seberapa besar andil pengalaman Anda di Australia memengaruhi kesuksesan Anda dan gaya bekerja Anda?

Masa-masa kuliah saya tentunya adalah masa yang sangat menentukan. Di universitas ada peluang untuk sungguh-sungguh melibatkan diri dengan kehidupan kampus dan menjajal diri sebagai pemimpin, menghubungkan diri dengan teman-teman yang sejalan pikiran atau bahkan dengan yang bersudut pandang radikal sekalipun, menjadi sukarelawan, belajar ke luar negeri dan mempelajari Bahasa asing lainnya. Ini sungguh kesempatan yang penuh warna, berinteraksi dengan manusia lain dan terpapar pada berbagai konteks kehidupan baru mendorong saya untuk menggali lebih dalam potensi diri dan mengembangkan ide-ide saya tentang karir saya di masa depan. Tumbuh besar di lingkungan multikultur di Australia terutama, menyiapkan saya untuk menjadi bagian dari masyarakat global. 

Apa yang membuat Anda berjibaku ke luar negeri dan mengapa Indonesia?

Seberapa pun cintanya saya pada Australia, rasa ingin tahu dan dorongan untuk pengalaman belajar membawa saya ke luar negeri dan bepergian sendiri sejak usia 18 tahun. Saya memutuskan untuk kembali ke Indonesia setelah kuliah karena beberapa alasan. Awalnya untuk menjadi lebih dekat dengan keluarga saya dan asal-usul saya. Saya menemukan lebih banyak lagi – kegigihan dan tumbuhnya semangat berwiraswasta, munculnya pergerakan-pergerakan sosial, lompatan-lompatan era digital yang mengarah kepada lebih banyak lagi inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Sangat beragam, saling bertolak belakang dan kompleks. Indonesia masih harus menghadapi berbagai tantangan dan menyimpan potensi yang belum tersentuh. Dan saya ingin menjadi bagian dari peluang pertumbuhan ini.  

Apa tantangan terbesar dalam membangun bisnis Anda dan bagaimana Anda mengatasinya?

Istilah ‘entrepreneur sosial’ dan ‘co-working’ masih baru pada saat saya memulai dan saya harus membangun jaringan pertemanan saya dari nol – terdengar mengerikan. Tapi, berbisnis di Indonesia dimulai dari pertemanan dan kepercayaan. Maka saya betul-betul bergaul dan memulai pertemanan dengan sebanyak mungkin orang yang saya hargai dan saya utarakan ide-ide saya, menjadi mentor, menyumbang waktu saya dan membuat acara-acara Meetup yang rutin untuk komunitas badan usaha sosial dan akhirnya menjadi konsultan di sektor ini, selain juga menjadi pembicara di berbagai acara untuk memperluas jaringan saya dan akhirnya bertemulah saya dengan sesama calon pendiri Impact Hub.

Apa faktor utama yang mempengaruhi kesuksesan bisnis Anda?

Kolaborasi. Saya percaya masa depan suksesnya suatu bisnis di situasi yang semakin sesak dengan kompetisi sekarang ini terletak pada kelihaian kita untuk berkolaborasi dengan efektif sehingga dapat menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Tim kami sangat mencintai pekerjaannya, maka kami secara otomatis membawa kejujuran, integritas dan tujuan dalam pekerjaan kami – dan ini dirasakan juga oleh orang-orang. Kami memperlakukan komunitas kami seperti keluarga sendiri. Kami juga tetap menyeimbangkan naluri bisnis dengan memaksimalkan dampak kolektif dari apa yang kami kerjakan.  

web_stephanieweb

Apa salah satu hal paling favorit Anda tinggal dan bekerja di Indonesia?

Menurut saya, pekatnya pengalaman langsung tinggal di Indonesia itu seru sekali. Ini tempat yang kaya akan berbagai kontradiksi sehingga kita jadi merasa lebih hidup dan banyak hal tak terduga setiap saat. Misalnya perjalanan jauh di boncengan Go-Jek saat sedang waktu macet, mudahnya mendatangi berbagai pulau yang indah dan mendaki gunung berapi di akhir pekan, menikmati pedasnya sambal di hampir setiap masakan, keramahan warganya, rasa ingin tahu mereka, keberagaman budaya dan agama di sepanjang kepulauan dan menemukan tradisi yang cukup kuat tertanam di tengah-tengah dunia modern. 

Apa yang membuat Anda bangga menjadi orang Australia? 

Saya rasa, kemenangan Australia di bidang pergerakan sosial sangat membanggakan bagi saya, selain tentunya komitmen Australia di bidang bantuan internasional yang cukup dermawan dan inovatif pada pengembangannya. Tapi tentunya masih ada ruang untuk perbaikan. Sejak pindah ke Australia, saya mengagumi betapa beragamnya kebudayaan dan Bahasa yang kita punya, kita menjaga lingkungan alam kita, generasi mudanya sangat dihargai, tapi kita juga selalu bekerja keras tanpa lupa bersenang-senang tetap dengan hati. Tidak ada yang bisa mengalahkan perasaan saya saat terbang menuju Perth dan menikmati pemandangan indah padang pasir merah dan jajaran pantai yang tak putus-putus dari pesawat hingga menjelang mendarat. Australia, adalah salah satu tempat terindah di dunia, bahkan di area yang masih belum tersentuh. 

More on Impact Hub Jakarta: Co-founded by Stephanie Arrowsmith, Impact Hub Jakarta is a business incubator, innovation hub, and co-working community of purpose-driven entrepreneurs and organisations located in Indonesia’s capital. The Hub gives social entrepreneurs and innovators flexible access to places where they can work, learn, and collaborate. Arrowsmith believes fervently in the power of collaboration to make visionary ideas happen, and focuses on facilitating cross-sector partnerships to support social entrepreneurs and organisations that come up with those life altering ideas.

Australians in Indonesia

og_janet
Janet DeNeefe
Bali sudah menjadi rumah bagi Janet DeNeefe selama 30 tahun dan pulau yang magis dan masyarakatnya selalu membuatnya terpesona.
read more
og_ewa
Ewa Wojkowska
Ewa Wojkowska gigih memajukan kehidupan masyarakat di daerah terpencil di negara-negara berkembang
read more
og_moses
Moses Lo
Moses Lo menciptakan Xendit, suatu start-up fintech berbasis di Indonesia yang memudahkan transaksi antar bank
read more

Footer Information

Subscribe to our newsletter

Subscribe to latest newsSubscribe

/AusUnlimited /AusUnlimited