web_topbanner_ewa

Ewa Wojkowska

Co-founder and COO, Kopernik

read in english

Ewa Wojkowska gigih memajukan kehidupan di daerah-daerah dan komunitas terpencil di negara berkembang. Pengabdiannya lalu menariknya ke Indonesia dan terwujud dalam Kopernik, suatu organisasi yang bersahaja tetapi memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu – seperti lampu bertenaga solar, filter-filter air – bagi masyarakat yang sangat membutuhkannya. 

Bagaimana Anda mengawali ini? Apa yang menyebabkan Anda memilih karir ini?

Saya tumbuh di keluarga aktivis. Ayah saya adalah seorang ketua Solidaritas di Polandia. Intinya keadilan sosial dan hak asasi manusia selalu memanggil saya. Saat usia 20th, saya mulai bekerja dengan Amnesti Internasional di Australia, kami fokus pada isu-isu pengungsi dan hak asasi manusia. Lalu pada tahun 2000, saya ke Timor Leste untuk mendapatkan pengalaman kerja di luar Australia yang lebih internasional. Saya bergabung dengan PBB melalui program Australian Volunteer. Partner saya Toshi juga bergabung. Kami sangat antusias saat itu karena kami yakin, teknologi bisa jadi bagian penting dari solusi yang menjawab masalah-masalah masyarakat di daerah terluar. Terluar adalah istilah yang menggambarkan adanya bagian dunia yang masih belum tersentuh dan memiliki akses sangat terbatas bahkan untuk layanan-layanan yang sederhana sekalipun. Teknologi memungkinkan terjangkaunya lampu-lampu solar, filter air yang mudah digunakan dan produk-produk kesehatan yang menjanjikan seperti kacamata rendah biaya dan alat-alat kelahiran yang bersih. Walaupun teknologi ini makin lama semakin mudah didapat – mereka tidak sampai pada masyarakat terluar. Maka tahun 2010, kami memutuskan untuk meninggalkan posisi kami di PBB untuk memulai Kopernik – suatu organisasi yang menghubungkan teknologi padat manfaat pada masyarakat yang membutuhkan. 

web_ewaweb

Apa yang memanggilmu untuk berjibaku ke luar Australia dan kenapa Indonesia?

Saya tersambung dengan Indonesia dan sudah memiliki network yang kuat dan akar di sini. Sementara masih banyak sekali yang harus dilakukan di sini, tetapi pada saat yang bersamaan ada juga kemajuan yang luar biasa terjadi di sini, itu menciptakan ruang untuk inovasi dan menyelesaikan masalah dengan cara yang berbeda. Saya terinspirasi oleh berbagai peluang yang saya lihat di Indonesia. 

Apa faktor sukses utama bisnis Anda? 

Tim kami hebat sekali. Kami memiliki standar tinggi untuk semua pekerjaan yang kami lakukan. Selain adanya jangkauan distribusi teknologi yang sudah kami bangun lewat Kopernik dan kolaborasi kami dengan perusahaan-perusahaan internasional, kami juga mengembangkan produk-produk dan layanan yang memenuhi kebutuhan masyarakat daerah terluar. Bentuk-bentuk kerja sama seperti ini memungkinkan munculnya peluang bereksperimen lain yang berpotensi menekan tingkat kemiskinan.

Apakah ada karakter atau kebudayaan Australia yang khusus sehingga mendorong warganya mencari pengalaman ke luar negeri dan berani bersaing untuk kesuksesan di negara lain?

Warga Australia yang saya temui di luar Australia memang cenderung lebih terbuka, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi pada kebudayaan dan orang lain. 

Apa hal paling favorit Anda tinggal dan bekerja di Indonesia?

Saya sangat menyukai keindahan alamnya dan keberagaman yang bisa kita lihat di mana-mana di Indonesia. Anda bisa pergi dari pulau ke pulau dan mendapatkan pengalaman yang sama sekali berbeda. Saya punya harapan besar untuk masa depan Indonesia. Akan ada banyak tantangan, tetapi saya melihat potensi dan bakat yang bermunculan di Indonesia, jika dipupuk akan membantu Indonesia memiliki masa depan yang menakjubkan. 

Hal apa yang Anda harap Anda sudah tahu sebelum memulai bisnis di sini?

Dalam konteks menjalankan Kopernik –  saya sekarang tahu bahwa akan selalu ada drama atau krisis yang terjadi tetapi itu semua akan berlalu. Jangan pernah berkompromi untuk standar. Saya yakin saya akan belajar dari kegagalan dan kesalahan-kesalahan saya. 

Apa yang membuat Anda bangga menjadi orang Australia? 

Saya bangga pada Australia tempat saya tumbuh, di mana keragaman kebudayaan dirayakan dan dipandang sebagai kekuatan.  

web_ewaweb1

Tentang Kopernik: Kopernik membawa teknologi rendah biaya yang mengubah kehidupan lewat lampu-lampu solar, kompor-kompor hemat energi dan penjernih air untuk memajukan masyarakat, dan menghubungkan penyedia teknologi bagi berbagai komunitas. Kopernik bermitra dengan organisasi-organisasi dan korporasi yang berjiwa sosial, universitas kelas dunia dan berbagai lembaga riset serta produsen dan distributor teknologi. Kopernik memenangkan penghargaan Zayed Future Energy Prize dan penghargaan United Nation’s Momentum for Change 2014 Lighthouse Activity untuk inisiatif ‘Ibu Inspirasi/Wonder Woman mereka. 

Australians in Indonesia

og_janet
Janet DeNeefe
Bali sudah menjadi rumah bagi Janet DeNeefe selama 30 tahun dan pulau yang magis dan masyarakatnya selalu membuatnya terpesona.
read more
og_stephanie
Stephanie Arrowsmith
Stephanie Arrowsmith percaya pada kekuatan masyarakat yang berkolaborasi dan berinovasi untuk mengubah dunia
read more
og_moses
Moses Lo
Moses Lo menciptakan Xendit, suatu start-up fintech berbasis di Indonesia yang memudahkan transaksi antar bank
read more

Footer Information

Subscribe to our newsletter

Subscribe to latest newsSubscribe

/AusUnlimited /AusUnlimited